BNN Berperang! Gudang Kartel Narkoba Myanmar Jadi Target Selanjutnya

Share :

Aksi spektakuler terjadi di perairan Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Sebuah kapal berbendera asing, Sea Dragon, yang mengangkut 2,1 ton sabu senilai Rp7 triliun, dibakar habis di tengah laut oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

 

Api membara menyala-nyala, menghanguskan kapal beserta muatannya yang disebut-sebut sebagai rekor terbesar sepanjang sejarah pemberantasan narkoba di Indonesia.

 

Kisah penangkapan ini bak alur film Narcos. Kapal Sea Dragon awalnya terdeteksi saat beroperasi di perairan Thailand. Melalui kolaborasi rahasia dengan intelijen Thailand dan Malaysia, BNN melacak pergerakan kapal hingga masuk ke perairan Indonesia.

 

“Kami mendapat info kapal ini membawa ‘barang haram’, tapi tidak menyangka sebanyak ini,” ujar Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom, yang memimpin langsung operasi.

 

Dengan dukungan helikopter dan kapal perang TNI AL, tim gabungan mengepung Sea Dragon di perairan Batam. Saat dibongkar, petugas kaget—bukan hanya puluhan kilogram, tapi lebih dari 2 ton sabu tersembunyi di ruang rahasia kapal!

 

Yang mengejutkan, kapten kapal ternyata warga Indonesia. Diduga, ia bekerja untuk sindikat narkoba internasional yang berbasis di Myanmar.

 

“Ini bukti jaringan narkoba sudah menyusup sampai ke pelaut kita,” tegas Hukom.

 

Enam awak kapal ditangkap, termasuk dua warga Thailand. Mereka diduga bagian dari kartel narkoba yang selama ini memasok sabu ke Asia Tenggara.

 

BNN tak mau kecolongan. Sabu-sabu itu ditimbang ulang di depan publik, diuji di laboratorium portable, lalu dibakar dengan insinerator khusus bersuhu 1.400 derajat Celsius.

 

“Kami undang wartawan dan tokoh masyarakat untuk saksikan langsung. Tidak ada yang boleh lolos!” seru Hukom.

 

Proses pembakaran berlangsung dramatis. Asap hitam membubung tinggi di atas laut Batam, disaksikan ratusan warga yang berdecak kagum.

 

“Kami Akan Bunuh Jaringanmu Sampai ke Akar! Ini baru awal! Kami sudah tandatangani surat perang melawan narkoba. Selanjutnya, kami serang gudang-gudang produksi di Myanmar,” tegas Hukom.

 

Ia juga mengungkap rencana menggandeng TNI dan BIN untuk operasi lintas negara. “Kami tak mau lagi jadi tempat sampah narkoba dunia!”

 

Fakta Mengerikan di Balik 2,1 Ton Sabu;

  • Nilainya setara dengan anggaran pembangunan 10 sekolah!
  • Bisa menghancurkan 1 juta generasi muda jika sampai beredar.
  • Sumatera Utara jadi sasaran utama, dengan 1 juta pengguna narkoba. (*)

Penulis: Hasan

Scroll to Top