Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI), Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pembangunan kawasan industri di Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Selama satu tahun terakhir, terdapat penambahan sembilan kawasan industri baru di berbagai wilayah Indonesia.
Hal tersebut menandakan adanya peningkatan kepercayaan investor terhadap prospek industri nasional.
“Pertumbuhan kawasan industri merupakan bukti nyata bahwa Indonesia masih menjadi destinasi utama investasi sektor manufaktur di kawasan Asia,” ungkapnya.
“Sembilan Kawasan Industri memperkuat ekosistem manufaktur dalam negeri yang telah ada sebelumnya,” sambungnya pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Tiga dari sembilan kawasan industri baru berada di Provinsi Jawa Barat (Jabar), yaitu Kawasan Industri Cikembar II, Kawasan Industri Losarang, dan Purwakarta Integrated Industrial Park.
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) juga berdiri dua kawasan industri baru, yaitu Kawasan Industri Pulau Penebang dan Kawasan Industri Tembesi.
Dua berikutnya adalah Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Huadi Bantaeng Industrial Park di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sisanya adalah I-Sentra di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Kawasan Industri Seafer di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Penambahan tersebut menjadikan luas lahan kawasan industri tumbuh 4,81% atau setara 4.468,68 hektare.
Sedangkan, peningkatan jumlah tenant sebanyak 132 perusahaan atau naik 1,12%.
“Pertumbuhan kawasan industri ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan investasi sebesar 571,58 triliun atau naik 9,26 persen,” tutur Menperin Agus Gumiwang.
“Juga menciptakan sekitar 310.000 lapangan kerja baru atau meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya,” pungkasnya.




